Nikmatnya Berhenti Merokok

Aku tak pernah beranggapan bahwa rokok itu haram, karena sampai saat ini tidak ditemukan hukum yang kuat untuk mengatakan rokok haram. Ada sebagian ulama yang mengatakan haram dan ada sebagian besar mengatakan makruh. Ah, itu pendapat mereka dan itu menurut hukum. Lain lagi menurutku, menurut seorang perokok berat yang sudah merasakan berbagai macam jenis rokok, kecuali ganja.

Merokok yang oleh sebagian perokok dibela-belain, sampai mencari dalil ini itu untuk membela rokoknya. atau juga dimusuhin oleh pembenci rokok, sampai-sampai rajin mencari dalilnya untuk siap mengatakan haram. Yang lebih ngeri lagi tuh, mereka rame saling menggunjing dan membela pendapatnya masing-masing. Ah, biarin ajah.

Rokok pernah menjadi teman hidupku selama 9 tahun lebih, bersamanya pernah ada suka dan duka. Terasa  enak setelah makan, terasa sedap menemani secangkir kopi dan terasa nikmat saat menemani lembur malam, tak hanya itu dia juga mau menemani disaat keadaan senang maupun susah. sekelumit pengalaman jenaka ini akan menjadi kenangan manis, yang selain nikmat diatas masih banyak dampak negatif yang dibawanya. Batuk dan tenggorokan terganggu menjadi hal yang dianggap wajar oleh perokok, napas kempas-kempis saat mencoba lari sebentarpun masih dianggap hal yang biasa, hingga saat jatuh sakit dan mudah terserang penyakitpun masih dianggap hal wajar layaknya manusia lain yang mengalami sakit.

Entah dengan cara apa orang akan berhenti merokok, padahal jika uang yang ia keluarkan untuk nabung, bisa dibayangkan berapa banyak nominal tabungannya. Atau paling tidak sadar bahwa tidak ada sedikitpun manfaat rokok bagi tubuh kita. Bahkan hampir 100% mengganggu kesehatan tubuh sendiri maupun orang lain yang disekitarnya.

Silahkan berpendapat, silahkan berfatwa yang penting pendapat atau fatwa tersebut bisa beradaptasi dengan kultur yang ada di Indonesia dan tidak merugikan pihak lain. Bagi yang merasa tubuhnya kuat dan uangnya banyak silahkan merokok, tapi dengan catatan anda sadar akan dampaknya. Jika yang merasa tak mampu untuk merokok karena faktor tertentu, jangan melarang orang lain untuk berhenti merokok, apalagi sampai mengharamkan. Karena dilain sisi, rokok bisa menjalin silaturrohim lebih kental. Ya silaturrohim antar perokok. Rokok juga sudah menyumbang milyaran rupiah setiap hari untuk negri ini.

Yang jelas saya lebih merasakan hidup yang lebih hidup setelah meninggalkan rokok. Merasa nikmat dengan napas lebih lega, tidur nyenyak, dan jarang sakit kepala. Alhamdulillah…

*walau kadang cangkeme kecut yen ndelengna wong udud*

2 thoughts on “Nikmatnya Berhenti Merokok

  1. lepas dari kontroversinya, rokok memang fenomenal. Apa jadinya, Indonesia tanpa rokok,
    wah… bisa-bisa ngak bisa nonton piala dunia dan piala-piala yg lain nih…….. :( :(
    soalnya, sponsor utamanya pastilah, ya perusahaan rokok itu…. :)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s