Latest Entries »

Malam ini pukul 23:00 WIB, tepatnya malam tanggal 10 DzulHijjah 1434 di SDN Jakasampurna 3 Bekasi Barat Kota Bekasi, bertepatan dengan Hari raya Idul Adha. Sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, daging kurban biasanya diolah menjadi sate. Ada yang berbeda lebaran haji tahun ini, karena kami bertiga (cipto, salis dan lukman) dikagetkan oleh potongan daging kambing yang membentuk lafadz  الله dan  محمد. Daging yang dibawa pak salis untuk bahan sate ini awalnya tak jadi di bikin, pasalnya daging sudah setengah matang. Namun karena tusuk sate masih tersisa banyak, akhirnya daging dalam kantong plastik itu saya potong juga untuk sate.

Lafadz الله dan  محمد itu terlihat setelah sepotong trakea (saluran pernafasan dekat tenggorokan) kambing saya potong menjadi dua bagian, anehnya sebagian membentuk lafadz الله dan bagian yang lain membentuk lafadz محمد  , Subhanallah.

الله اكبر- الله اكبر- الله اكبر لااله الاالله والله اكبرالله اكبر ولله الحمد

 Allaahu akbar.. Allaahu akbar.. Allaahu akbar…..

Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar.

Allaahu akbar walillaahil – hamd.

Kita lihat saja penampakannya.

1 2 3 4 5

Ilmu Faraid

  بسم الله الرحمن الرحيم

      Alhamdulillahirabbil ‘alamin   Segala puji bagi Allah Swt dzat yang mewarisi alam, Shalawat Salam semoga tetap tercurahkan kepada nabi Muhammad saw, keluarga,sahabat- sahabatnya, dan para pengikutnya . Buliaulah sang pembawa keadilan untuk umat manusia, keadilan yang tak memandang warna kulit dan jenis kelamin. Dengan diutusnya beliau ke dunia ini  antara laki-laki dan perempuan sama-sama mempunyai hak untuk mendapatkan harta peninggalan keluarganya yang meninggal dunia  menurut beban kewajiban yang di tanggung dan nasab orang tersebut.

        Dengan mengharap taufik dan inayah dari Allah Swt diisini Penulis ingin mengumpulkan hasil muraja’ah kami dengan syaihana almaghfurlaah KH.Abdul Wahid Zuhdi dan maroji’ dari beberpa kitab mengenai masalah masalah  yang berhubungan dengan harta peninggalan orang yang meninggal dunia dan cara penyelesainya atau dikenal dengan fiqh mawarist/faraid. Walaupun masih banyak kekuranganya semoga bisa bermanfaat bagi kami orang tua kami, guru-guru kami khususnya al maghfurlah KH. Abd Wahid Zuhdi, dan bisa bermanfaat bagi orang-orang yang membacanya di dunia dan akherat.Tak lupa saran dan kritik selalu kami tunggu untuk sempurnanya buku ini.

                                                                                                                    Benda

Nasyar Alamuddin Masruri

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

                         Ilmu faraid

الفقه المتعلق بالإرث ومعرفة الحساب الموصل الى معرفة قدر الواجب من التركة لكل ذى حق

“Pengetahuan yang berkaitan dengan perhitungan untuk View full article »

MENJADI GURU yang membuat  SISWA:

– Tidak mengantuk ketika dikelas
– Selalu rindu untuk belajar
– Selalu termotivasi untuk belajar
– Senantiasa berbahagia saat belajar
– Merasa kehilangan ketika guru tidak ada
– Tidak merasa jenuh dan  jemu saat belajar
– Bisa menemukan potensi dan cita-citanya
 Fakta Dilapangan
Fakta Dilapangan

EMPAT KEMAMPUAN DASAR YANG HARUS DIKUASAI OLEH GURU / PENGAJAR / PENDIDIK :

1. Menguasai bahan ajar

2. Mampu membuat View full article »

Oleh : KH. Shofiyullah Mukhlas, MA

Segala aktifitas hanya akan dianggap mempunyai nilai jika sang pelaku berhak untuk mendapat imbalan dari aktifitas tersebut. Orang yang telah banyak berbuat namun belum berhak menerima imbalan dari perbuatannya, itu sama artinya perbuatan tersebut belum memberi arti bagi dirinya. Bagi Allah, orang hanya berhak menerima imbalan jika penghambaannya sesuai dengan cara yang Allah kehendaki. Dan hanya ada satu cara, yaitu dengan cara agama Islam.

Manusia menjadi muslim apabila mengakui dua kalimat syahadat sebagai fondasi akidahya. Kalimat tersebut sebagai rukun Islam pertama. Namun ikrar kalimat tersebut belum dianggap sah kecuali apabila memenuhi beberapa syarat. Jika salah satu syarat tidak dipenuhi, orang tersebut belum dianggap muslim, sehingga tidak ada satu pun ajaran Islam berlaku baginya.

Secara singkat, syarat tersebut dibagi menjadi dua, pertama cara mengucapkannya dan kedua redaksi kalimatnya. Mengenai yang pertama, ada dua syarat yang yang harus dipenuhi.

Pertama; Orang yang mengakui syahadat sebagai dasar akidahnya, ia harus mengikrarkan kalimat tersebut secara lisan. Orang yang hanya yakin atas kebenaran kalimat tersebut namun tidak mau mengikrarkan secara View full article »

Oleh KH. Moch. Masruri Abdul Mughni (alm.)

DALAM Alquran kata shiyam disebut delapan kali. Pada surat Al-Baqarah ayat 183, 187, dan 196 dua kali. Surat An-Nisa: 92, Al-Maidah: 89 dan 95 serta surat Al-Mujadalah: 41.

Kata shaum disebut satu kali yaitu di surat Maryam: 26. Kata shaimin disebut satu kali di surat Al-Ahzab: 35. Shaimat disebut satu kali dalam surat Al-Ahzab: 35. Tashumu disebut satu kali dalam Al-Baqarah: 184. Falyashumhu disebut satu kali di Al-Baqarah: 185.

Tiga belas kata shiyam atau shaum artinya sama, yaitu menahan makan, minum dan berhubungan seks di siang Ramadan. Hanya satu yang artinya berbeda yaitu kata shaum (QS Maryam: 26) yang artinya meninggalkan bicara.

Fakta dan kenyataan di dunia menunjukkan manusia lebih banyak shiyam. Yang menjalankan shaum hanya para wali yaitu tidak sekadar meninggalkan makan, minum dan berhubungan seks, tetapi juga meninggalkan bicara yang tidak ada artinya.

Dengan puasa, para wali berhasil mengislamkan warga Indonesia dari animisme dan dinamisme. Hal itu terjadi karena ketulusan  dan kebersihan hati para wali dari ucapan yang kotor termasuk berdusta.

Luqman Hakim, ahli hikmah mengatakan, barang siapa yang bisa berpuasa dari dusta selama 40 hari, maka akan keluar dari mulutnya mutiara hikmah. Para wali di Indonesia, sebelum menyampaikan dakwah, berpuasa di tempat-tempat sepi atau lebih dikenal berkhalwat (semedi).

Sunan Kalijaga berkhalwat di pinggir kali, Sunan Muria di Gunung Muria, Sunan Bonang di Bonang,  Sunan Gunungjati di gua Datul Kahfi di Cirebon, dan lain-lain. Maka layak, begitu para wali menyampaikan pesan-pesan dakwah langsung bisa diterima oleh umat.

Di Bagdad, Abu Yazid Al-Bustomi setelah berpuasa dengan model puasa para wali, suatu hari mendapat ilham untuk datang ke sebuah gereja. Dia masuk ke gereja dan bergabung dengan jemaat gereja.

Terjadilah peristiwa aneh. Pada saat Baba sang penginjil menyampaikan tausiah, tiba-tiba dia tidak bisa bicara. Mulutnya terkunci tidak keluar View full article »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 4.019 pengikut lainnya